Bahasa Indonesia Guyton And Hall Textbook of Medical Physiology 75-85 End
BAB 76
Hormon Hipofisis dan Pengendaliannya oleh Hipotalamus
KELENJAR HIPOFISIS DAN HUBUNGANNYA DENGAN HIPOTALAMUS
LOBUS ANTERIOR DAN POSTERIOR KELENJAR HIPOFISIS
Kelenjar hipofisis (Gambar 76-1), yang juga disebut hypophysis, merupakan kelenjar kecil dengan diameter sekitar 1 sentimeter dan berat 0,5 hingga 1 gram. Kelenjar ini terletak di sella turcica, yaitu rongga tulang di dasar otak, serta dihubungkan dengan hipotalamus melalui tangkai hipofisis (pituitary atau hypophysial stalk). Secara fisiologis, kelenjar hipofisis dibagi menjadi dua bagian yang berbeda, yaitu hipofisis anterior, yang juga dikenal sebagai adenohypophysis, dan hipofisis posterior, yang juga dikenal sebagai neurohypophysis. Di antara kedua bagian tersebut terdapat suatu zona kecil yang relatif avaskular yang disebut pars intermedia. Pada manusia, bagian ini berkembang jauh lebih sedikit, tetapi pada beberapa hewan ukurannya lebih besar dan fungsinya jauh lebih penting.
Secara embriologis, kedua bagian hipofisis berasal dari sumber yang berbeda. Hipofisis anterior berasal dari kantong Rathke (Rathke's pouch), yaitu invaginasi embrionik epitel faring, sedangkan hipofisis posterior berasal dari penjuluran jaringan saraf yang berasal dari hipotalamus. Asal hipofisis anterior dari epitel faring menjelaskan sifat epitelioid sel-selnya, sedangkan asal hipofisis posterior dari jaringan saraf menjelaskan adanya sejumlah besar sel bertipe glia pada kelenjar tersebut.
Hipofisis anterior mensekresikan enam hormon peptida utama serta beberapa hormon lain yang perannya masih kurang dipahami. Hipofisis posterior mensekresikan dua hormon peptida yang penting.
